Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial jaringan client-server dan jaringan router pada Cisco Packet Router Tracer.
1. Langkah pertama saya akan menyiapkan jaringan-A terlebih dahulu, pada aplikasi Cisco Packet Tracer siapkan 1 buah Switch, 1 server dan 4 PC.
2. Langkah selanjutnya, pasangkan kabel pada setiap perangkat agar terhubung kepada switch, gunakan kabel straight atau automatic untuk mempermudah pengerjaan.
3. Setelah semua perangkat terhubung ke switch, langkah selanjutnya yaitu masukkan IP Address pada server. Klik Server, buka menu dekstop > IP Configuration.
4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 100.100.100.1. Apabila sudah selesai, close IP Configuration.
5. Langkah selanjutnya, buka Services > DHCP
6. Langkah selanjutnya, Isi Default Gateway 100.100.100.1, Start IP Address 100.100.100.11, Subnet Mask 255.255.255.0, Max Users ubah menjadi 10. Jika sudah, Service diubah menjadi On , kemudian Save.
7. Karena DHCP sudah di atur dan dinyalakan, Langkah selanjutnya klik PC0 > Dekstop > IP Configuration.
8. Langkah selanjutnya, ubah mode Static menjadi DHCP. Tunggu hingga proses Request DHCP Success.
9. Selanjutnya, ulangi langkah 8 dan 9 pada PC1, PC2, dan PC3.
10. Langkah selanjutnya saya akan membuat jaringan-B. Masukkan 1 buah Switch, 1 server dan 4 buah PC.
11. Langkah selanjutnya, hubungkan semua perangkat PC yang baru ditambahkan ke switch dengan cara seperti Langkah 2.
12. Langkah selanjutnya yaitu masukkan IP Address pada server. Klik Server, buka menu dekstop > IP Configuration.
13. Masukkan IP Address 200.200.200.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 200.200.200.1. Apabila sudah selesai, close IP Configuration.
14. Langkah selanjutnya, buka Services > DHCP
15. Langkah selanjutnya, Isi Default Gateway 200.200.200.1, Start IP Address 200.200.200.11, Subnet Mask 255.255.255.0, Max Users ubah menjadi 10. Jika sudah, Service diubah menjadi On , kemudian Save.
16. Karena DHCP sudah di atur dan dinyalakan, Langkah selanjutnya klik PC4 > Dekstop > IP Configuration.
17. Langkah selanjutnya, ubah mode Static menjadi DHCP. Tunggu hingga proses Request DHCP Success.
18. Selanjutnya, ulangi langkah 16 dan 17 pada PC5, PC6, dan PC7.
19. Semua perangkat sudah terhubung di masing masing jaringan dan switch.
20. Tambahkan 1 buah Router untuk menghubungkan 2 jaringan tersebut(Jaringan-A & Jaringan-B) dan hubungkan kedua switch ke Router menggunakan kabel straight atau Automatic.
21. Langkah selanjutnya, nyalakan port pada router sekaligus memasukkan IP Addressnya. Klik Router > Config
22. Masuk ke menu GigabitEthernet0/0, centang pada baris port status menjadi ON, isi IP Address 100.100.100.1 Subnet Mask 255.255.255.0
23. Masuk ke menu GigabitEthernet0/1, centang pada baris port status menjadi ON, isi IP Address 200.200.200.1 Subnet Mask 255.255.255.0
24. Semua perangkat sudah saling terhubung
25. Sekarang semua perangkat sudah memiliki IP Address, untuk pengetesan klik PC0 > desktop > Command Prompt. Masukkan perintah “ping 200.200.200.14”
26. Selesai, semua perangkat sudah terhubung dan bisa saling berkomunikasi.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Masalah saat di tes ping ternyata failed.
Solusinya yaitu apabila sudah melakukan setting dengan benar, gunakan Fitur Fast Forward untuk mempercepat proses pada jaringan dan mencoba tes ping lagi.
Kesimpulan Percobaan :
Jadi DHCP digunakan untuk mempermudah seorang teknisi jaringan dalam melakukan tugasnya saat memasukan IP Address agar lebih mudah dan terurut.
Komentar
Posting Komentar