Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer.
VLAN digunakan untuk menghemat modal dalam pemasangan jaringan, karena dengan menggunakan VLAN kita bisa membagi jaringan dengan IP yang berbeda beda hanya dengan 1 perangkat switch saja, sehingga biaya pemasangan akan lebih murah.
Berikut tutorialnya :
2. Langkah selanjutnya, hubungkan semua perangkat ke switch menggunakan kabel straight atau automatic agar lebih mudah.
4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet mask 255.255.255.248, Gateway 100.100.100.1
5. Setelah mengisi IP Address server, langkah selanjutnya masuk ke menu Services > DHCP, ubah Service menjadi ON, Default Gateway 100.100.100.1, DNS server 100.100.100.2, Start IP Address 100.100.100.3, Subnet Mask 255.255.255.248 , Max User 4. Kemudian save.
6. Langkah selanjutnya, masuk ke menu HTTP, delate File copyrights.html & cscoptlogo177x…
7. Jika sudah, langkah selanjutnya klik Import, lalu pilih gambar dengan format file.jpg pada device, kemudian klik yes.
8. Langkah selanjutnya, klik image.html pada file name, ubah kalimat “Image of Cisco Logo” menjadi “Praktikum Jaringan Komputer” kemudian ubah “This is an image of Cisco Logo” menjadi nama, lalu ubah ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg, kemudian klik Save.
9. Langkah selanjutnya klik index.html pada file name, ubah kalimat ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg
10. Langkah selanjutnya, mengisi ip address tiap perangkat menggunakan DHCP. Klik PC0 > Desktop > IP configuration.
11. Ubah static menjadi DHCP
12. Ulangi langkah 10 dan 11 pada PC1-PC3
13. Langkah selanjutnya, tambahkan 4 buah PC dan 1 server, lalu hubungkan semua perangkat tersebut ke Switch.
14. Langkah selanjutnya, klik server yang baru ditambahkan tadi kemudian klik desktop > IP Configuration
15. Masukkan IP Address 200.200.200.2, Subnet Mask 255.255.255.248, Gateway 200.200.200.1
16. Jika sudah, silakan masuk ke menu Services DHCP, ubah Service menjadi ON, Default Gateway 200.200.200.1, DNS server 200.200.200.2, Start IP Address 200.200.200.3, Subnet Mask 255.255.255.248 , Max User 4. Kemudian save.
17. Langkah selanjutnya, masuk ke menu HTTP, detele File copyrights.html & cscoptlogo177x…
18. Jika sudah, langkah selanjutnya klik Import, lalu pilih gambar dengan format file.jpg pada device, kemudian klik yes.
19. Langkah selanjutnya, klik image.html pada file name, ubah kalimat “Image of Cisco Logo” menjadi “Praktikum Jaringan Komputer” kemudian ubah “This is an image of Cisco Logo” menjadi nama, lalu ubah ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg, kemudian klik Save.
20. Langkah selanjutnya klik index.html pada file name, ubah kalimat ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg
21. Langkah selanjutnya, mengisi ip address tiap perangkat menggunakan DHCP. Klik PC4 > Desktop > IP configuration.
22. Ubah static menjadi DHCP
23. Ulangi langkah 20 dan 21 pada PC5-PC7
24. Langkah selanjutnya, mengatur VLAN agar 2 IP Address yang berbeda tersebut bisa saling terhubung. Masukkan 1 buah Router lalu hubungkan ke Switch dengan kabel straight atau automatic agar mempermudah.
25. Klik Switch > CLI, lalu ketik :
Switch>enable
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 10 name LabA
Switch(vlan)#vlan 20 name LabB
Switch(vlan)#ex
Switch#conf t
Switch(config)#int range fa0/1-5
Switch(config-if-range)#sw
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#int range fa0/6-10
Switch(config-if-range)#sw
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#int fa0/11
Switch(config-if)#sw mode trunk
26. Jika sudah, selanjutnya silakan masuk ke Router lalu pada menu CLI Ketikkan :
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int
Router(config)#interface fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 10
Router(config-subif)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.248
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 20
Router(config-subif)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.248
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no shut
27. Seluruh rangkaian konfigurasi telah selesai. Selanjutnya adalah melakukan tes menggunakan WebServer. Klik PC1 > Desktop > Web Browser. Lalu Masukkan IP DNS Server milik vlan 10 yaitu 100.100.100.2. jika berhasil maka tampilannya akan seperti ini setelah memasuki link image.
28. Ulangi Langkah 26 pada PC 2, masukkan IP DNS Server milik vlan 20 yaitu 200.200.200.2, jika berhasil maka tampilannya akan seperti ini
29. Selesai, Konfigurasi telah berhasil.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Masalah saat VLAN Gagal dan kedua jaringan tidak berhasil terhubung.
Solusinya yaitu pastikan urutan konfigurasi yang dilakukan harus secara terurut.
2. Masalah saat Web Server gagal menampilkan gambar.
Solusinya yaitu pastikan Format File yang digunakan sudah tepat (.jpg)
Kesimpulan Percobaan :
Jadi menghubungkan jaringan menggunakan VLAN dapat meminimalisirkan modal yang akan digunakan oleh suatu perusahaan. Agar peralatan dan perangkat yang digunakan bisa bekerja lebih efisien dan dialokasikan dengan benar. Begitu juga dengan web server yang harus sangat berhati-hati dalam melakukan konfigurasinya, karena kesalahan kecil sedikit saja bisa menyebabkan error dan konfigurasi pun akan gagal.
SEMOGA BERMANFAAT

Komentar
Posting Komentar