Langsung ke konten utama

Praktikum 5 : Konfigurasi WebServer dan simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer.
VLAN digunakan untuk menghemat modal dalam pemasangan jaringan, karena dengan menggunakan VLAN kita bisa membagi jaringan dengan IP yang berbeda beda hanya dengan 1 perangkat switch saja, sehingga biaya pemasangan akan lebih murah.

Berikut tutorialnya :
1. Langkah pertama, siapkan 4 buah PC, 1 buah server ,dan 1 buah switch

2. Langkah selanjutnya, hubungkan semua perangkat ke switch menggunakan kabel straight atau automatic agar lebih mudah.

3. Klik server > Desktop > IP configuration.

4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet mask 255.255.255.248, Gateway 100.100.100.1

5. Setelah mengisi IP Address server, langkah selanjutnya masuk ke menu Services > DHCP, ubah Service menjadi ON, Default Gateway 100.100.100.1, DNS server 100.100.100.2, Start IP Address 100.100.100.3, Subnet Mask 255.255.255.248 , Max User 4. Kemudian save.

6. Langkah selanjutnya, masuk ke menu HTTP, delate File copyrights.html & cscoptlogo177x…

7. Jika sudah, langkah selanjutnya klik Import, lalu pilih gambar dengan format file.jpg pada device, kemudian klik yes.

8. Langkah selanjutnya, klik image.html pada file name, ubah kalimat “Image of Cisco Logo” menjadi “Praktikum Jaringan Komputer” kemudian ubah “This is an image of Cisco Logo” menjadi nama, lalu ubah ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg, kemudian klik Save.

9. Langkah selanjutnya klik index.html pada file name, ubah kalimat ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg

10. Langkah selanjutnya, mengisi ip address tiap perangkat menggunakan DHCP. Klik PC0 > Desktop > IP configuration.

11. Ubah static menjadi DHCP

12. Ulangi langkah 10 dan 11 pada PC1-PC3

13. Langkah selanjutnya, tambahkan 4 buah PC dan 1 server, lalu hubungkan semua perangkat tersebut ke Switch.

14. Langkah selanjutnya, klik server yang baru ditambahkan tadi kemudian klik desktop > IP Configuration

15. Masukkan IP Address 200.200.200.2, Subnet Mask 255.255.255.248, Gateway 200.200.200.1

16. Jika sudah, silakan masuk ke menu Services DHCP, ubah Service menjadi ON, Default Gateway 200.200.200.1, DNS server 200.200.200.2, Start IP Address 200.200.200.3, Subnet Mask 255.255.255.248 , Max User 4. Kemudian save.

17. Langkah selanjutnya, masuk ke menu HTTP, detele File copyrights.html & cscoptlogo177x…

18. Jika sudah, langkah selanjutnya klik Import, lalu pilih gambar dengan format file.jpg pada device, kemudian klik yes.

19. Langkah selanjutnya, klik image.html pada file name, ubah kalimat “Image of Cisco Logo” menjadi “Praktikum Jaringan Komputer” kemudian ubah “This is an image of Cisco Logo” menjadi nama, lalu ubah ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg, kemudian klik Save.


20. Langkah selanjutnya klik index.html pada file name, ubah kalimat ”cscoptlogo177x111.jpg” menjadi (nama file).jpg

21. Langkah selanjutnya, mengisi ip address tiap perangkat menggunakan DHCP. Klik PC4 > Desktop > IP configuration.

22. Ubah static menjadi DHCP

23. Ulangi langkah 20 dan 21 pada PC5-PC7

24. Langkah selanjutnya, mengatur VLAN agar 2 IP Address yang berbeda tersebut bisa saling terhubung. Masukkan 1 buah Router lalu hubungkan ke Switch dengan kabel straight atau automatic agar mempermudah.

25. Klik Switch > CLI, lalu ketik :
    Switch>enable
    Switch#vlan database
    Switch(vlan)#vlan 10 name LabA
    Switch(vlan)#vlan 20 name LabB
    Switch(vlan)#ex
    Switch#conf t
    Switch(config)#int range fa0/1-5
    Switch(config-if-range)#sw
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
    Switch(config-if-range)#ex
    Switch(config)#int range fa0/6-10
    Switch(config-if-range)#sw
    Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20 Switch>en
    Switch#conf t
    Switch(config)#int fa0/11
    Switch(config-if)#sw mode trunk

26. Jika sudah, selanjutnya silakan masuk ke Router lalu pada menu CLI Ketikkan :

Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int
Router(config)#interface fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 10
Router(config-subif)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.248
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1q 20
Router(config-subif)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.248
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no shut

27. Seluruh rangkaian konfigurasi telah selesai. Selanjutnya adalah melakukan tes menggunakan WebServer. Klik PC1 > Desktop > Web Browser. Lalu Masukkan IP DNS Server milik vlan 10 yaitu 100.100.100.2. jika berhasil maka tampilannya akan seperti ini setelah memasuki link image.

28. Ulangi Langkah 26 pada PC 2, masukkan IP DNS Server milik vlan 20 yaitu 200.200.200.2, jika berhasil maka tampilannya akan seperti ini

29. Selesai, Konfigurasi telah berhasil.


Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Masalah saat VLAN Gagal dan kedua jaringan tidak berhasil terhubung.
    Solusinya yaitu pastikan urutan konfigurasi yang dilakukan harus secara terurut.

2. Masalah saat Web Server gagal menampilkan gambar.
    Solusinya yaitu pastikan Format File yang digunakan sudah tepat (.jpg)

Kesimpulan Percobaan :
Jadi menghubungkan jaringan menggunakan VLAN dapat meminimalisirkan modal yang akan digunakan oleh suatu perusahaan. Agar peralatan dan perangkat yang digunakan bisa bekerja lebih efisien dan dialokasikan dengan benar. Begitu juga dengan web server yang harus sangat berhati-hati dalam melakukan konfigurasinya, karena kesalahan kecil sedikit saja bisa menyebabkan error dan konfigurasi pun akan gagal.




SEMOGA BERMANFAAT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRAKTIKUM 8 : KONFIGURASI DASAR LINUX DEBIAN

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial konfigurasi DNS pada Debian 7. Berikut tutorialnya : 1.  Langkah perta ma, buka virtualbox > klik mulai   2.    Langkah selanjutnya , login dengan root. Kemudian lakukan instalasi bind9 untuk DNS. Masukkan perintah #apt-get install bind9 3.   Kemudian ketik #cd /etc/bind   (enter) #nano named.conf. local (enter)   4.    Kemudian ketik Zone “tkj11.net” { Type master; File “/etc/bind/db.tkj”; };   Zone “10.168.192.in-addr.arpa” { Type master; File “/etc/bind/db.192; };   5.   jika sudah, tutup (ctrl + x + y + enter) dan enter 6.   Ketik cp db.local db.tkj (enter) cp db.127 db.19 (enter)   7.   Kemudian edit file tersebut seperti pada gambar dibawah ini. Jika sudah tekan Ctril + X + Y + enter, untuk keluar dari  konfigurasi   8.   Kemudia...

PRAKTIKUM 3 : JARINGAN CLIENT-SERVER DAN JARINGAN ROUTER PADA CISCO PACKET TRACER

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial jaringan client-server dan jaringan router pada Cisco Packet Router Tracer. 1. Langkah pertama saya akan menyiapkan jaringan-A terlebih dahulu, pada aplikasi Cisco Packet Tracer siapkan 1 buah Switch, 1 server dan 4 PC. 2. Langkah selanjutnya, pasangkan kabel pada setiap perangkat agar terhubung kepada switch, gunakan kabel straight atau automatic untuk mempermudah pengerjaan. 3. Setelah semua perangkat terhubung ke switch, langkah selanjutnya yaitu masukkan IP Address pada server. Klik Server, buka menu dekstop > IP Configuration. 4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 100.100.100.1. Apabila sudah selesai, close IP Configuration. 5. Langkah selanjutnya, buka Services > DHCP 6. Langkah selanjutnya, Isi Default Gateway 100.100.100.1, Start IP Address 100.100.100.11, Subnet Mask 255.255.255.0, Max Users ubah menjadi 10. Jik...