Langsung ke konten utama

PRAKTIKUM 4 : PENGENALAN SUBNET MASK DAN MEMBUAT JARINGAN WIRELESS PADA CISCO PACKET TRACER

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini yaitu mengenai pengenalan Subnet Mask dan Membuat Jaringan Wireless pada Cisco Packet Tracer.

Subnet mask adalah istilah teknologi Informasi yang membedakan Network ID dan Host ID atau sebagai penentu porsi Network ID dan Host ID pada deretan kode biner. Fungsi dari subnet mask sendiri adalah untuk membedakan Network ID dengan Host ID dan menentukan alamat tujuan paket data apakah local atau remote.

Apa itu Network ID dan Host ID ? Network ID adalah bagian dari IP Address yg berfungsi untuk menunjukan di jaringan mana komputer atau device tersebut berada, sedangkan Host ID menunjukan server, router, workstation, dan host TCP/IP lainnya yang berada di dalam jaringan tersebut. Terdapat 2 cara untuk mempresentasikan Subnet mask yaitu dengan cara notasi desimal bertitik dan notasi panjang prefix.

Pengekspresian sebuah subnet mask biasanya di dalam dotted decimal notaion (notasi desimal bertitik). Sama halnnya seperti alamat IP. Setelah semua bit di set sebagai bagian Network ID dan Host ID, hasil nilai 32 bit tersebut dikonversikan menjadi notasi desimal bertitik.walaupun cara mempresentasikannya sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah alamat IP. Kelas – kelas alamat IP menjadi sebuah dasar dibuat nya Subnet Mask Default.Berikut beberapa data subnet mask default dengan menggunakan notasi desimal bertitik :

Kelas alamat : Kelas A
Subnet Mask (biner) : 11111111.00000000.00000000.00000000
Subnet Mask (desimal) : 255.0.0.0
Kelas alamat : Kelas B
Subnet Mask (biner) : 11111111.11111111.00000000.00000000
Subnet Mask (desimal) : 255.255.0.0
Kelas alamat : Kelas C
Subnet Mask (biner) : 11111111.11111111.11111111.00000000
Subnet Mask (desimal) : 255.255.255.0

Berikut Toturialnya :

1. Langkah pertama siapkan Lab-A terlebih dahulu, siapkan 3 buah PC dan 1 buah Access Point.


2. Langkah selanjutnya, klik Access Point > Config >Port 1, lalu SSID ubah menjadi nama jaringan yang di inginkan.


3. Access Point sudah selesai di atur. Langkah selanjutnya, klik PC0 > Physical, matikan PC, klik tombol Power untuk mematikan.


4. Langkah selanjutnya, drag Port LAN yang terpasang pada PC lalu drop ke bagian Modules di sebelah kiri. Lalu, drag WMP300N dari Modules ke tempat Port LAN sebelumnya terpasang. Jika sudah, nyalakan kembali PC nya.


5. Langkah selanjutnya, masuk ke Desktop > PC Wireless


6. Langkah selanjutnya, masuk ke menu Connect, kemudian refresh jika belum muncul tulisan apapun, jika ada pilih LabA lalu tekan tombol Connect yang terletak disamping tombol refresh.


7. Ulangi langkah 4-6 pada PC1 dan PC2. Jika sudah, langkah selanjutnya membuat Lab B, Masukkan 3 buah laptop dan 1 buah Access Point


8. Langkah selanjutnya, klik Access Point > Config >Port 1, lalu SSID ubah menjadi nama Lab B.


9. Access Point sudah selesai di atur. Langkah selanjutnya, klik laptop1 > Physical, matikan laptop, klik tombol Power disebelah kiri untuk mematikan.


10. Langkah selanjutnya, drag WMP300N dari Modules ke tempat Port LAN sebelumnya terpasang. Apabila sudah, laptop dinyalakan kembali.




11. Langkah selanjutnya, Dekstop > masuk ke Desktop > PC Wireless.


12. Langkah selanjutnya, masuk ke menu Connect, kemudian refresh jika belum muncul tulisan apapun, jika ada pilih Lab B lalu tekan tombol Connect yang terletak disamping tombol refresh.


13. Ulangi Langkah 10-13 pada laptop2 dan laptop3. Jika sudah maka tampilan akan seperti ini.


14. Sekarang semua perangkat telah terhubung ke Access Point masing-masing secara Wireless. Langkah selanjutnya, masukkan 1 buah Router diantara Acces Point tersebut dan hubungkan menggunakan kabel cross atau Automatic untuk mempermudah pengerjaan.


15. Langkah selanjutnya, klik Router > Config > Port GigabitEthermet0/0, Ubah port Status menjadi ON, kemudian Masukkan Ip Address 100.100.100.1 Subnet Mask 255.255.255.248

16. Kemudian pada Port GigabitEthermet0/1, Ubah port Status menjadi ON, kemudian Masukkan Ip Address 200.200.200.1 Subnet Mask 255.255.255.248

17. Selanjutnya, masuk ke Menu CLI dan ketikkan Perintah berikut:

Router>enable

Router#conf t

Router(config)#ip dhcp pool LabA

Router(dhcp-config)#network 100.100.100.0 255.255.255.248

Router(dhcp-config)#default-router 100.100.100.1


18. Kemudian tekan Ctrl + C, lalu ketikkan perintah berikut:

Router#conf t

Router(config)#ip dhcp pool JaringanB

Router(dhcp-config)#network 200.200.200.0 255.255.255.248

Router(dhcp-config)#default-router 200.200.200.1


19. Sekarang seluruh konfigurasi telah selesai, IP address pada tiap perangkat akan secara otomatis didapatkan melalui DHCP. Berdasarkan konfigurasi yang dilakukan di CLI router, maka IP dari Lab A adalah 100.100.100.2 - 4, dan Lab B adalah 200.200.200.2 – 4.


20. Selanjutnya, untuk melakukan pengujian silakan klik PC0 > Desktop > Command Prompt



21. Lalu ketik “Ping 200.200.200.3”, Jika berhasil maka akan muncul pesan seperti gambar dibawah ini.


 Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

1. Masalah Saat tidak bisa masuk ke menu desktop.

Solusinya yaitu yalakan perangkatnya terlebih dahulu

2. Masalah ketika ingin melakukan connect jaringan wireless ternyata jaringan yang ingin dituju tidak ditemukan.

Solusinya yaitu mengecek kembali pengaturannya, dipastikan semua perangkat sudah memakai port LAN WMP300N.

Kesimpulan Percobaan :

Jadi, subnet mask 255.255.255.248 hanya bisa digunakan untuk 6 host saja. Kemudian DHCP digunakan untuk mempermudah seorang teknisi jaringan dalam melakukan tugasnya saat memasukan IP Address, agar lebih mudah dan terurut. Konfigurasi DHCP kali ini menggunakan CLI pada Router, Router terhubung ke access point yang bertugas menjadi sumber koneksi Wireless bagi Client. Apabila menggunakan jaringan Wireless, maka harus mengatur perangkat Client tersebut untuk menambahkan WMP300N yang merupakan perangkat penerima jaringan Wireless. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum 5 : Konfigurasi WebServer dan simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer. VLAN digunakan untuk menghemat modal dalam pemasangan jaringan, karena dengan menggunakan VLAN kita bisa membagi jaringan dengan IP yang berbeda beda hanya dengan 1 perangkat switch saja, sehingga biaya pemasangan akan lebih murah. Berikut tutorialnya : 1. Langkah pertama, siapkan 4 buah PC, 1 buah server ,dan 1 buah switch 2. Langkah selanjutnya, hubungkan semua perangkat ke switch menggunakan kabel straight atau automatic agar lebih mudah. 3. Klik server > Desktop > IP configuration. 4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet mask 255.255.255.248, Gateway 100.100.100.1 5. Setelah mengisi IP Address server, langkah selanjutnya masuk ke menu Services > DHCP, ubah Service menjadi ON, Default Gateway 100.100.100.1, DNS server 100.100.100.2, Start IP Address 100.100.100.3, Subnet Mask 25...

PRAKTIKUM 8 : KONFIGURASI DASAR LINUX DEBIAN

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial konfigurasi DNS pada Debian 7. Berikut tutorialnya : 1.  Langkah perta ma, buka virtualbox > klik mulai   2.    Langkah selanjutnya , login dengan root. Kemudian lakukan instalasi bind9 untuk DNS. Masukkan perintah #apt-get install bind9 3.   Kemudian ketik #cd /etc/bind   (enter) #nano named.conf. local (enter)   4.    Kemudian ketik Zone “tkj11.net” { Type master; File “/etc/bind/db.tkj”; };   Zone “10.168.192.in-addr.arpa” { Type master; File “/etc/bind/db.192; };   5.   jika sudah, tutup (ctrl + x + y + enter) dan enter 6.   Ketik cp db.local db.tkj (enter) cp db.127 db.19 (enter)   7.   Kemudian edit file tersebut seperti pada gambar dibawah ini. Jika sudah tekan Ctril + X + Y + enter, untuk keluar dari  konfigurasi   8.   Kemudia...

PRAKTIKUM 3 : JARINGAN CLIENT-SERVER DAN JARINGAN ROUTER PADA CISCO PACKET TRACER

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial jaringan client-server dan jaringan router pada Cisco Packet Router Tracer. 1. Langkah pertama saya akan menyiapkan jaringan-A terlebih dahulu, pada aplikasi Cisco Packet Tracer siapkan 1 buah Switch, 1 server dan 4 PC. 2. Langkah selanjutnya, pasangkan kabel pada setiap perangkat agar terhubung kepada switch, gunakan kabel straight atau automatic untuk mempermudah pengerjaan. 3. Setelah semua perangkat terhubung ke switch, langkah selanjutnya yaitu masukkan IP Address pada server. Klik Server, buka menu dekstop > IP Configuration. 4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 100.100.100.1. Apabila sudah selesai, close IP Configuration. 5. Langkah selanjutnya, buka Services > DHCP 6. Langkah selanjutnya, Isi Default Gateway 100.100.100.1, Start IP Address 100.100.100.11, Subnet Mask 255.255.255.0, Max Users ubah menjadi 10. Jik...