Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial mengkonfigurasi MikroTik.
Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis software yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan. Mikrotik juga menggunakan sistem operasi berbasis linux dan menjadi dasar network router dan sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar. Banyak fungsi dari mikrotik, mulai dari memberikan sistem otentikasi, konfigurasi jaringan lokal, untuk pengelolaan sistem jaringan internet, berperan sebagai hotspot, pembuatan PPPoE Server, dan yang lainnya. Adapun produk dari mikrotik yaitu Hardware( Router (MikroTik routerBoard), switch, antena), sedangkan software (Mikrotik RouterOS).
Berikut tutorialnya :
1. Langkah Pertama, silakan sambungkan PC dengan Mikrotik yang akan kita konfigurasi 2. Langkah selanjutnya, buka winbox > klik titik 3 (bisa dilihat dipetunjuk) untuk untuk connect di MAC addressnya > connect kan 3. Jika sudah connect, maka akan muncul konfigurasinya seperti ini, jika menyetujui klik ‘ok’. Jika ingin menyetting sendiri, maka klik ‘remove configuration’ 4. Buka kembali winboxnya kemudian connect kan kembali. Dikarenakan remove configuration, maka IP nya kosong tidak seperti diawal tadi. 5. Langkah selanjutnya mengisi IP address, klik menu IP > addresses > klik tombol ‘+’ > isi IP Address nya. Dan untuk Interfacenya pilih either2-LAN > klik ‘Apply’ > klik ‘ok’ 6. Jalur keluar sudah terisi oleh IP. Langkah selanjutnya mengisi IP untuk jalur dari internet menggunakan DHCP. Klik menu IP > DHCP Client > klik tombol ‘+’ > bagian interface pilih either1-ISP, centang semua yg dibawahnya > klik ‘ok’ 7. Langkah selanjutnya membuat gateway, klik menu IP > Routes > klik tombol ‘+’ > isi gateway > Apply > OK
8. Langkah selanjutnya membuat DNS, klik menu IP > DNS > isi keduanya pada servers > centang ‘allow’ > Apply > OK 9. Langkah selanjutnya setting IP, Firewall, NAT. Klik menu IP > Firewall > NAT > klik tombol ‘+’ > Pada menu general, pilih srcnat di Chain
10. Pada menu Action, pilih masquerade > Appy > OK . 11. Untuk membuktikan apakah sudai selesai, klik menu New Terminal > tes ping seperti dalam petunjuk. Jika sudah terhubung, maka tanda seperti ini :
12. Langkah selanjutnya, setting IP, DHCP Server. Klik menu IP > DHCP Server > DHCP Setup > pilih either2-LAN > klik ‘next’ sampai akhir seperti gambar dibawah ini, lalu klik ‘OK’
13. Langkah selanjutnya, putuskan koneksi jaringan sebelumnya di pengaturan jaringan PC.
14. Kemudian aktifkan kembali. Dan mengecek apakah sudah terhubung di IP yang baru.
15. Setelah selesai, masuk ke browser untuk mengetes hasil konfigurasi tadi apakah sudah berhasil. Jika tersambung seperti gambar di bawah, maka konfigurasinya berhasil. Diagnosa dan Troubleshooting Masalah : 1. Masalah kesalahan port akses yang belum ditutup pada Mikrotik. Pada dasarnya Konfigurasi Mikrotik menyediakan password yang cukup kuat namun jika port aksesnya tidak ditutup akan sama saja akan rawan sekali terjadi Brute Force. solusi nya yaitu Pada beberapa daftar service, kita bisa Disable mana saja akses port yang tidak kita butuhkan atau ingin lebih advance kita bisa memilih satu port yang ingin kita akses secara private melalui IP lokal 2. Masalah pada load balancer yang tidak menggunakan Rule khusus untuk routing maka paket data akan mengalami kebingungan. Solusinya yaitu atur atau setting pada firewallnya. Kesimpulan Percobaan : Jadi kesimpulannya, mikrotik akan sangat membantu seorang teknisi jaringan untuk mempermudah pengguna dalam mengontrol jaringannya.
|













Komentar
Posting Komentar