Langsung ke konten utama

PRAKTIKUM 6 : MIKROTIK

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial mengkonfigurasi MikroTik.

Mikrotik adalah sistem operasi yang berbasis software yang dipergunakan untuk menjadikan komputer sebagai router sebuah jaringan. Mikrotik juga menggunakan sistem operasi berbasis linux dan menjadi dasar network router dan sangat cocok untuk membangun administrasi jaringan komputer yang berskala kecil hingga besar. Banyak fungsi dari mikrotik, mulai dari memberikan sistem otentikasi, konfigurasi jaringan lokal, untuk pengelolaan sistem jaringan internet, berperan sebagai hotspot, pembuatan PPPoE Server, dan yang lainnya. Adapun produk dari mikrotik yaitu Hardware( Router (MikroTik routerBoard), switch, antena), sedangkan software (Mikrotik RouterOS).

Berikut tutorialnya :

1. Langkah Pertama, silakan sambungkan PC dengan Mikrotik yang akan kita konfigurasi

2. Langkah selanjutnya, buka winbox > klik titik 3 (bisa dilihat dipetunjuk) untuk untuk connect di MAC addressnya > connect kan


3.  Jika sudah connect, maka akan muncul konfigurasinya seperti ini, jika menyetujui klik ‘ok’. Jika ingin menyetting sendiri, maka klik ‘remove configuration’

4.  Buka kembali winboxnya kemudian connect kan kembali. Dikarenakan remove configuration, maka IP nya kosong tidak seperti diawal tadi.

5.  Langkah selanjutnya mengisi IP address, klik menu IP > addresses > klik tombol ‘+’ > isi IP Address nya. Dan untuk Interfacenya pilih either2-LAN > klik ‘Apply’ > klik ‘ok’


6.  Jalur keluar sudah terisi oleh IP. Langkah selanjutnya mengisi IP untuk jalur dari internet menggunakan DHCP. Klik menu IP > DHCP Client > klik tombol ‘+’ > bagian interface pilih either1-ISP, centang semua yg dibawahnya > klik ‘ok’


7.  Langkah selanjutnya membuat gateway, klik menu IP > Routes > klik tombol ‘+’ > isi gateway > Apply > OK

 

8.  Langkah selanjutnya membuat DNS, klik menu IP > DNS > isi keduanya pada servers > centang ‘allow’ > Apply > OK


 

9.  Langkah selanjutnya setting IP, Firewall, NAT. Klik menu IP > Firewall > NAT > klik tombol ‘+’ > Pada menu general, pilih srcnat di Chain

 

10. Pada menu Action, pilih masquerade > Appy > OK

.

11. Untuk membuktikan apakah sudai selesai, klik menu New Terminal > tes ping seperti dalam petunjuk. Jika sudah terhubung, maka tanda seperti ini :

 

12. Langkah selanjutnya, setting IP, DHCP Server. Klik menu IP > DHCP Server > DHCP Setup > pilih either2-LAN > klik ‘next’ sampai akhir seperti gambar dibawah ini, lalu klik ‘OK’

 

13.  Langkah selanjutnya, putuskan koneksi jaringan sebelumnya di pengaturan jaringan PC.

 

14.  Kemudian aktifkan kembali. Dan mengecek apakah sudah terhubung di IP yang baru.

 

15. Setelah selesai, masuk ke browser untuk mengetes hasil konfigurasi tadi apakah sudah berhasil. Jika tersambung seperti gambar di bawah, maka konfigurasinya berhasil.


Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

1. Masalah kesalahan port akses yang belum ditutup pada Mikrotik. Pada dasarnya Konfigurasi Mikrotik menyediakan password yang cukup kuat namun jika port aksesnya tidak ditutup akan sama saja akan rawan sekali terjadi Brute Force. solusi nya yaitu Pada beberapa daftar service, kita bisa Disable mana saja akses port yang tidak kita butuhkan atau  ingin lebih advance kita bisa memilih satu port yang ingin kita akses secara private melalui IP lokal

2. Masalah pada load balancer yang tidak menggunakan Rule khusus untuk routing maka paket data akan mengalami kebingungan. Solusinya yaitu atur atau setting pada firewallnya.


Kesimpulan Percobaan :

Jadi kesimpulannya, mikrotik akan sangat membantu seorang teknisi jaringan untuk mempermudah pengguna dalam mengontrol jaringannya.

 

Sumber : (766) CARA SETTING MIKROTIK DARI AWAL - YouTube

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum 5 : Konfigurasi WebServer dan simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial Konfigurasi WebServer dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer. VLAN digunakan untuk menghemat modal dalam pemasangan jaringan, karena dengan menggunakan VLAN kita bisa membagi jaringan dengan IP yang berbeda beda hanya dengan 1 perangkat switch saja, sehingga biaya pemasangan akan lebih murah. Berikut tutorialnya : 1. Langkah pertama, siapkan 4 buah PC, 1 buah server ,dan 1 buah switch 2. Langkah selanjutnya, hubungkan semua perangkat ke switch menggunakan kabel straight atau automatic agar lebih mudah. 3. Klik server > Desktop > IP configuration. 4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet mask 255.255.255.248, Gateway 100.100.100.1 5. Setelah mengisi IP Address server, langkah selanjutnya masuk ke menu Services > DHCP, ubah Service menjadi ON, Default Gateway 100.100.100.1, DNS server 100.100.100.2, Start IP Address 100.100.100.3, Subnet Mask 25...

PRAKTIKUM 8 : KONFIGURASI DASAR LINUX DEBIAN

 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial konfigurasi DNS pada Debian 7. Berikut tutorialnya : 1.  Langkah perta ma, buka virtualbox > klik mulai   2.    Langkah selanjutnya , login dengan root. Kemudian lakukan instalasi bind9 untuk DNS. Masukkan perintah #apt-get install bind9 3.   Kemudian ketik #cd /etc/bind   (enter) #nano named.conf. local (enter)   4.    Kemudian ketik Zone “tkj11.net” { Type master; File “/etc/bind/db.tkj”; };   Zone “10.168.192.in-addr.arpa” { Type master; File “/etc/bind/db.192; };   5.   jika sudah, tutup (ctrl + x + y + enter) dan enter 6.   Ketik cp db.local db.tkj (enter) cp db.127 db.19 (enter)   7.   Kemudian edit file tersebut seperti pada gambar dibawah ini. Jika sudah tekan Ctril + X + Y + enter, untuk keluar dari  konfigurasi   8.   Kemudia...

PRAKTIKUM 3 : JARINGAN CLIENT-SERVER DAN JARINGAN ROUTER PADA CISCO PACKET TRACER

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di blog saya. Pada postingan kali ini, saya akan membagikan tutorial jaringan client-server dan jaringan router pada Cisco Packet Router Tracer. 1. Langkah pertama saya akan menyiapkan jaringan-A terlebih dahulu, pada aplikasi Cisco Packet Tracer siapkan 1 buah Switch, 1 server dan 4 PC. 2. Langkah selanjutnya, pasangkan kabel pada setiap perangkat agar terhubung kepada switch, gunakan kabel straight atau automatic untuk mempermudah pengerjaan. 3. Setelah semua perangkat terhubung ke switch, langkah selanjutnya yaitu masukkan IP Address pada server. Klik Server, buka menu dekstop > IP Configuration. 4. Masukkan IP Address 100.100.100.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Gateway 100.100.100.1. Apabila sudah selesai, close IP Configuration. 5. Langkah selanjutnya, buka Services > DHCP 6. Langkah selanjutnya, Isi Default Gateway 100.100.100.1, Start IP Address 100.100.100.11, Subnet Mask 255.255.255.0, Max Users ubah menjadi 10. Jik...